Friday, October 1, 2010

Agen Dakwah



Suatu hari, saya pergi ke rumah seorang teman untuk suatu keperluan. Di rumah teman saya ini saya menemukan kedamaian dan ketenangan. Saya perhatikan apa yang ada. Di dalamnya tidak ada sesuatu yang berharga atau indah yang membuat mata ini ingin terus memandang. Tetapi dalam kesederhanaannya, saya merasa mendapatkan suatu nasihat. Padahal sang teman ini tidak sedikitpun menasihati saya. Tetapi ia sudah berdakwah pada saya tanpa disadarinya.

Sebagai seorang muslim, kita sering tidak menyadari bahwa sebenarnya kita adalah agen-agen dakwah yang sangat potensial. Tanpa berbicara pun, keagungan akhlak Islam yang melekat pada diri seorang muslim, telah menjadi dakwah tersendiri bagi orang lain. Pendahulu-pendahulu Islam sudah membuktikannya.

Dalam Perang Shiffin, Khalifah Ali bin Abi Thalib kehilangan baju besinya, kemudian ia melihat baju besi itu di tangan seorang Yahudi. Khalifah Ali mengatakan pada orang Yahudi tersebut bahwa baju besi itu miliknya tetapi Yahudi itu mengatakan bahwa ia sudah memiliki baju besi tersebut sebelum Perang Shiffin meletus. Perkara itu kemudian disampaikan ke pengadilan. Hakim negara Syuraih mengadili perkara ini. Oleh Hakim Syuraih, Khalifah Ali disuruh mengajukan saksi bukan dari kalangan keluarga tetapi Khalifah Ali tidak bisa mengajukannya. Orang Yahudi itu pun kemudian menang perkara karena Khalifah Ali tidak bisa mengajukan saksi.

Sebenarnya Hakim Syuraih yakin bahwa baju besi itu milik Khalifah Ali tetapi ia menjalankan hukum dengan sebaik-baiknya. Khalifah Ali pun tidak menggunakan kekuasaannya untuk memenangkan perkara. Hal ini membuat orang Yahudi itu takjub akan keadilan Islam. Kemudian orang Yahudi itu pun masuk Islam.

Pada suatu ceramahnya, seorang ustadz pernah mengingatkan bahwa dahulu moral-moral seperti ketepatan waktu, rasa malu, amanah, dan lain sebagainya, adalah primadona Islam, tetapi kini hal tersebut tidak lagi dipegang oleh ummat Islam. Karena itu mari kita benahi diri kita karena sesungguhnya kitalah aset potensial bagi dakwah Islam.

No comments:
Beri komentar