Monday, October 18, 2010

Dengan Harta Menggapai Ridho-Nya

Di dalam kehidupan di dunia ini, kita sering lupa bahwa hidup di dunia hanya sementara. Daya tarik harta, adalah salah satu hal yang dapat me-alpa-kan hati kita dari mengingat akan kehidupan masa depan. Untuk mendapatkan harta, kita lupa daratan, lupa akan akhlaq mulia, lupa akan hak milik orang dan lupa akan adanya pengawasan Allah terhadap dirinya. Harta adalah tempat curahan cintanya, harta telah menjadi Tuhannya.

Seorang mu'min memahami bahwa kehidupan di dunia ini bukanlah kehidupan yang hakiki, melainkan hanyalah sebagai salah satu fase yang harus dijalaninya untuk sampai pada kehidupan yang hakiki, yaitu kehidupan di alam akhirat nanti. Dunia dipahaminya sebagai tempat untuk mempersiapkan bekal untuk perjalanan panjang.

Seorang mu'min adalah mengetahui bahwa kebaikan hidup di akhirat sangatlah ditentukan bagaimana ridho dari Yang Memiliki kehidupan ini. Untuk dapat merebut Ridho Allah -Yang memiliki kehidupan ini- maka kita harus berusaha agar dicintai-Nya. Manusia dijadikan oleh Allah memiliki kecenderungan akan kecintaan terhadap orang tua, anak-anak, harta dll, tetapi Allah menginginkan agar kita mecintai
Allah diatas segala cinta.

Rasulullah SAW yang diutus Allah untuk meluruskan orientasi hidup manusia, mengajarkan kepada kita bagaimana sebaiknya kita meletakkan kecintaan kepada Allah.

Abdurahman bin 'auf -sebagai pribadi yang dibentuk oleh Rasululloh SAW- pernah menggetarkan kota Madinah disaat beliau pulang dari perjalanan perniagaannya ke kota Syam. Beliau pulang dengan membawa dagangan dan iring-iringan unta sebanyak 700 ekor yang sarat dengan bawaannya berupa sandang, pangan dan keperluan-keperluan penduduk. Sebelum iringan-iringan untanya berhenti dan tali temali perniagaannya dilepaskan, secepat kilat ia menjumpai Ummul Mu'minin Aisyah RA dan berkata, "Saksikanlah bahwa kafilah ini dan seluruh muatannya berikut kendaraan dan perlengkapannya kupersembahkan sebagai infaq di jalan Allah Azza Wajalla."

Kawan, coba hitung, kira-kira berapa rupiah harta yang disedekahkan Abdurahman bin 'Auf jika dikurs-kan dalam rupiah pada saat ini? Subhanalloh... Begitulah salah satu pembuktian sikap cinta kepada Allah yang dicontohkan oleh salah satu sahabat Rasul. Harta adalah sebuah alat yang dapat digunakan untuk merebut cinta-Nya. Suatu contoh yang patut kita renungkan dan kita contoh agar kita pun dapat merebut cinta-Nya. Wallahu a’lam bish-shawwab.

Mudah-mudahan Allah meringankan kita untuk selalu mau berkurban untuk merebut cinta-Nya. Selamat berkurban!!

No comments:
Beri komentar