Friday, October 15, 2010

Konsistenitas Manusia

Betulkah sebagian banyak manusia tidak konsisten?? Ahh, masa’ sih?? Mari kita cek kebenarannya... Berikut ini adalah dialog antara seorang suami (Pa) dengan seorang istri (Ma) di masa-masa awal pernikahannya yang direkam oleh salah satu lembaga survey terkenal dan terkemuka yang juga independent...

Awal menikah....
Pa : Inilah saat-saat yang kuharapkan...
Ma : Apa kamu rela kalau aku pergi ??
Pa : Tentu tidak, jangan pernah berpikiran seperti itu...
Ma : Apa kamu mencintaiku ??
Pa : Tentu selamanya akan tetap begitu...
Ma : Apa kamu pernah selingkuh ?
Pa : Tidak. Aku tidak akan melakukan hal itu !!
Ma : Maukah kamu menciumku ??
Pa : Ya...
Ma : Sayangku…

Tahukah kita, bagaimana keadaan mereka berdua setelah 10 tahun menikah??
Ternyata dari hasil penemuan yang ada, mereka berdua tetap konsisten dengan kata-kata yang ada dalam dialog tersebut, namun konsisten tersebut sedikit berbeda dari yang awal, yakni mengikuti rumus (yang saya namakan sendiri) “konsistenitas terbalik”.

Emang seperti apa sih dialog mereka berdua setelah 10 tahun menikah??
Setelah 10 tahun menikah....., coba kita baca lagi dialog di awal pernikahan tersebut, namun membacanya dari arah bawah... (Selamat membaca !!)

*****
Kita boleh tersenyum simpul atau bahkan tertawa renyah tapi ini adalah realita yang banyak terjadi di sekitar kita, bukan hanya antara suami dengan istri, namun juga antara kita dengan dia, dengan dia, dengan mereka, dan dengan banyak orang lain yang berhubungan dengan kita. Bukan hanya dalam tempo waktu 10 tahun, namun banyak yang lebih sedikit dari itu.

Ada istilah dalam bahasa Jawa yang merupakan ungkapan untuk mensifati sikap ataupun omongan orang yang berubah-ubah dengan cepat. Biasanya dikatakan, “esuk dele sore tempe” (pagi kedelai sore tempe) terhadap orang yang pendiriannya ataupun ucapannya sulit dipegangi. Dalam bahasa agama disebut tidak istiqomah.

Kalau sikap itu menyangkut keimanan, maka Allah SWT sangat mengecamnya, sedang Nabi Muhammad saw sangat memperingatkan agar Ummat Islam hati-hati sekali dan waspada apabila ada suasana berganti-gantinya sikap seseorang dari iman ke kafir.
Nabi saw bersabda: “Bersegeralah kamu sekalian dengan beramal (kebajikan, sebelum datangnya) cobaan-cobaan (yang menghitam) seperti potongan-potongan malam yang menghitam, seorang lelaki waktu pagi beriman sedang waktu sore ia menjadi kafir dan waktu sore dia beriman sedang waktu pagi dia menjadi kafir, seseorang dari mereka menjual agamanya dengan harta dunia yang sedikit.” (HR Ahmad, Muslim, dan At-Tirmidzi, dari Abu Hurairah). Wallahu a’lam.

No comments:
Beri komentar