Sunday, December 19, 2010

Apa yang kau bawa saat maut menjemput ?

Maut mengintai setiap saat. Tidak peduli status sosial seseorang, tidak peduli anak siapa, tidak peduli posisinya, tidak peduli sehat atau sakit, tua muda, mahasiswa atau buruh, tentara atau sipil, kyai atau tani, siapapun tanpa terkecuali.

Maka kekayaan yang sebanyak apapun, bukan jaminan kita bisa hidup selamanya. Kematian tetap akan datang. Maut tetap akan menjemput. Betapa banyak orang yang kaya, berlimpah harta, kematian menjemputnya lebih dulu sebelum ia menikmati kekayaannya itu. Ia tinggalkan kekayaannnya, tak sedikitpun yang dibawanya ke alam kubur. Sungguh, bukan kekayaan yang dibawanya mati, tetapi seberapa besar amal kebaikan dari kekayaan yang dimilikinya, itulah yang akan menolongnya dari kesengsaraan kubur.

Kepandaian, kedigdayaan, kekuasaan, kehebatan, keperkasaan. Segala kepemilikan manusia sekali-kali bukan jaminan untuk terhindar dari kematian. Maut pasti menjemput. Ajal pasti datang. Betapa banyak orang didgaya, berjaya di dunianya, dipuja semua orang, disegani khalayak, ditakuti kekuasaannya, tapi akhirnya ia pun mati seiring usia tua dan kelemahan tubuhnya, atau barangkali karena kecelakaan atau sakit yang mendera. Dan dimanakah kejayaan itu ? dimana kebanggaan itu ? sekali-kali tidak akan dibawanya ke alam kubur.

Wahai manusia, dalam suasana hiruk pikuk zaman akhir yang penuh tipu daya ini, kita patut merenungkan perjalanan hidup yang kita arungi selama ini. Hendaknya kita segera tersadar hari ini. Bermuhasabah diri. Apa yang kita lakukan kemarin mesti kita koreksi kembali. Mungkin selama ini kita hanya terjebak dalam fatamorgana dan perburuan dunia yang melupakan hakikat hidup kita, lupa kemana kita nanti akan berpulang, lupa bahwa semua yang kita kejar-kejar ini sama sekali tidak dibawa ke alam kubur, kecuali yang kita amalkan di jalan kebaikan.

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri ... " [QS Al-Hasyr : 19]
~ 'alaa bidzikrillaahi tathmainnul quluub 

No comments:
Beri komentar