Saturday, January 26, 2013

Berawal Dari Pandangan



كُلُّ الْحَوَدِثِ مَبْدَأُهَا مِنَ النَّظْرِ ... وَمُعْظَمُ النَّارِ مِن مُسْتَصْغِرِ الشِّرَرِ
كَمْ نَظْرَةٍ بَلَغَتْ فِيْ قَلْبِ صَاحِبِهَا ... كَمَبْلَغِ السَّهْمِ بَيْنَ الْقَوْسِ وَالْوَتْرِ
وَالْعَبْدُ مَا دَامَ ذَا طَرْفٍ يَقْلِبُهُ ... فِي أَعْيُنِ النَّاسِ مَوْقُوْفٌ عَلَى الْخَطْرِ
يَسُرُّ مُقْلَتَهُ مَا ضَرَّ مُهْجَتَهُ ... لاَ مَرْحَبًا بِسُرُوْرٍ عَادَ بِالضَّرَرِ

"Seluruh malapetaka (peristiwa) sumbernya berasal dari pandangan ...  dan berkobarnya nyala api berasal dari percikan bunga api yang kecil"

"Betapa banyak pandangan yang jatuh menimpa hati yang memandang ...  sebagaimana jatuhnya anak panah yang terlepaskan diantara busur dan talinya"

"Selama seorang hamba masih memiliki mata yang bisa ia bolak-balikan (umbar) ...  maka ia sedang berada di atas bahaya di antara pandangan manusia"

"Menyenangkan mata apa yang menjadikan penderitaan jiwanya ... sungguh tidak ada kelapangan hati dengan kegembiraan yang mendatangkan penderitaan".

Seorang ahli hikmah berkata :

نظرة فابتسامة فسلام فكلام فموعد فلقاء

"(berawal dari) pandangan, kemudian senyuman, kemudian sapaan, kemudian perbincangan, kemudian janji-janji, kemudian pertemuan"

No comments:
Beri komentar