Thursday, December 29, 2016

Fenomena Copy Paste dan Bagikan Berita Hoax Sudah Memprihatinkan

Fenomena Copy Paste dan Bagikan Berita Hoax Sudah Memprihatinkan
Gambar ilustrasi. (SHNet)
Dengan semakin canggihnya perkembangan teknologi saat ini khususnya internet dengan dukungan peralatan canggih seperti Komputer dan gadget berimplikasi kepada semakin mudahnya fenomena membagikan dan meng-copy paste artikel atau berita palsu (hoax).

"Copy paste pada dasarnya boleh. Jika yang kita copy pasti berisi sebuah kebenaran. Tapi kalau yang kita copy paste sesuatu yang belum jelas kebenaranya bahkan sesuatu hal yang salah maka kita juga sudah melakukan kesalahan," demikian dikatakan Ketua Bahtsul Masail PWNU Lampung KH Munawir.

Untuk itu Gus Nawir sapaan akrabnya, menyarankan agar sebelum membagikan berita atau apapun di media sosial untuk mencermatinya terlebih dahulu. Ia juga mengingatkan agar mempertimbangkan efek yang dapat terjadi dari tulisan yang kita bagi dan sebarkan.

Terlebih mengenai permasalahan yang terkait dengan Agama, kiai muda yang juga Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini menekankan prinsip kehati-hatian. "Berhati hati ketika kita copas pada group media sosial tentang masalah khilafiyah atau dari sumber islam aliran keras. Ini akan bisa menyebabkan silang pendapat dan terkadang perpecahan," katanya.

Sementara jika yang di-copy merupakan ayat Al-Qur’an, hadits atau qoul ulama haruslah diteliti terlebih dahulu pada sumber yang asli atau kitab induknya, apakah ada kalimat yang hilang atau tidak. "Jika ada kalimat yang hilang pada sumber beritanya maka akan berakibat pada sebuah pemahaman yang salah," katanya.

Yang juga penting menurutnya adalah mengetahui dan mempelajari siapa yang menulis berita serta menelaah motif apa yang dibawanya. "Saat ini kondisi yang sudah sangat memprihatinkan karena semua orang dari semua kalangan bisa menulis dan membagi konten media sosial yang terkadang tidak memperhatikan kebenaran dari yang ditulisnya," ujarnya.

(Nu Online)

No comments:
Beri komentar