Thursday, December 29, 2016

Riyanto, Natalku, Natal kita

Natal di negeri ini mungkin berbeda dengan natal di negeri lain
Natal pada bangsa yang majemuk, kaya budaya dan cerita
Natal di negeri ini pada tahun 2000 akan selalu dikenang

Sebuah pengorbanan terhadap sesama manusia
Sebuah amalan agama Rahmatan Lil Alamin
Sebuah kisah nyata yg mengharukan

Mengenang Gugurnya RIYANTO anggota BANSER NU Mojokerto

Kejadiannya pada saat perayaan Natal tanggal 24 Desember 2000 di Gereja Eben Haezer Mojokerto Jatim.

Banser NU Riyanto adalah salah seorang anggota Banser dari 4 anggota Banser yang ditugaskan mengamankan gereja oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mojokerto. Riyanto bersama petugas pengamanan gereja dan polsek menemukan bungkusan mencurigakan di dalam gereja. Riyanto memberanikan diri membuka bungkusan tersebut. Ternyata bungkusan itu adalah bom.

Tiba-tiba terlihat percikan api dari dalam bungkusan.
Riyanto dengan sigap berteriak: Tiarap! Riyanto berusaha membuang bom keluar dari gereja agar tidak meledak di dalam gereja yang saat itu penuh jemaat Natal. Bom dilempar keluar oleh Riyanto ke tempat sampah tapi terpental. Banser NU Riyanto ini dengan cepat mengambil kembali bom itu untuk dibuang lebih jauh lagi dari gereja.

Namun, bom meledak.

Bom meledak di pelukan pemuda NU berusia 25 tahun ini. Anggota Banser NU ini meninggal dunia di tempat dengan kondisi jari-jari dan wajah yang menyedihkan.

Riyanto simbol persaudaraan yang tulus
Riyanto simbol pengorbanan yang luar biasa
Riyanto akan dikenang bersama perayaan Natal di negeri ini
Riyanto seorang pahlawan kemanusiaan bangsa Indonesia.

No comments:
Beri komentar