Tuesday, March 21, 2017

Lelaki Saleh dan Musibah yang Membawa Berkah

 

Ada seorang lelaki yang dikenal saleh di sebuah kampung. Dia memiliki seekor anjing, seekor keledai, dan seekor ayam jantan. Manfaat tiga ekor hewan tersebut dirasakan betul oleh segenap warga desa tersebut. Sang ayam jantan senantiasa membangunkan warga desa di waktu pagi untuk shalat. Keledai membantu mengangkut air membawa sampai perkampungan penduduk. Dan si anjing bertugas menjaga keamanan warga desa.

Hingga pada suatu hari datanglah seekor rubah memangsa si ayam jago. Warga desa pun bersedih atas tragedi ini. Tapi lelaki shaleh pemilik hewan hanya berkata, “Barangkali peristiwa ini ada sisi baiknya (‘asâ an yakûna khairan).”

Beberapa waktu kemudian datang lagi seekor serigala dan mencabik-cabik perut si keledai hingga mati. Menyaksikan hal ini penduduk desa kembali dirundung kesedihan. Namun pemuda shaleh kembali berkata, "Semoga kejadian ini mengandung kebaikan."

Tak lama dari peristiwa itu musibah juga menimpa seekor anjing yang membawa pada kematiannya. Tapi lelaki shaleh tersebut tetap berkata, "Barangkali musibah ini ada sisi baiknya".

Pascaaneka peristiwa tersebut pada suatu pagi warga desa menyaksikan orang-orang dari penduduk desa sekitar mereka ditawan oleh segerombolan penyamun. Hanya warga desa di mana lelaki saleh itu bermukim yang selamat tidak ditangkap.

Kenapa mereka ditangkap? Sebuah kabar menyebutkan, kerena terdengar dari desa tetangga itu suara anjing, keledai, dan ayam jago.

Begitulah keselamatan warga desa di atas disebabkan matinya hewan-hewan itu sebagaimana ketentuan yang telah ditakdirkan Allah subhanahu wata‘ala. Terkadang, apa yang kita sedihkan memuat sisi baik lain yang belum kita ketahui. 

Jadi barangsiapa mengetahui rahasia tersembunyi di balik halusnya takdir Allah, maka ia akan bisa ridho/rela dengan tindakan-Nya dalam keadaan apa pun.


Cerita ini disarikan dari kitab Ihya’ Ulumid Din karya Imam Al-Ghazali, Juz 4

No comments:
Beri komentar