Thursday, June 22, 2017

Pesan Idul Fitri, Yenny Wahid: Jangan Membenci dan Menang-menangan Sendiri

 


Jakarta, 
Lebaran atau Idul Fitri menjadi momen penting untuk memperkuat silaturrahim dengan saling memaafkan satu sama lain. Hal ini diwujudkan sebagian masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam dengan pulang kampung atau mudik.

Direktur Eksekutif Wahid Foundation Yenny Wahid menerangkan, Idul Fitri merupakan momen strategis bagi bangsa Indonesia untuk lebih memperkuat lagi jalinan persatuan dan kesatuan dengan saling memaafkan, juga menumbuhkan sikap saling menghargai.

“Tradisi positif ini hanya ada di Indonesia. Negara lain setelah sholat Idul Fitri langsung pulang ke rumah masing-masing, hanya berkumpul dengan keluarga,” ujar Yenny Wahid, Senin (19/6/2017) lalu saat mengisi Program Newsmaker Ramadhan di Metro TV.

Masyarakat Indonesia memanfaatkan momen Idul Fitri tidak hanya bersilaturrahim dengan sanak keluarga, tetapi juga tetangga dan masyarakat luas. Menjalin kembali silaturrahim yang sempat putus dengan ungkapan rasa gembira dan bahagia.

Putri kedua KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini juga menekankan bahwa Idul Fitri merupakan titik balik bagi umat Islam Indonesia untuk melangkah ke depan. Melihat tantangan bangsa dengan pandangan yang jernih.

“Janganlah selalu bersikap menang-menangan dan saling membenci,” kata Yenny.

Tradisi maaf memaafkan dalam Idul Fitri harus dipahami secara luas untuk bekal kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab itu, Yenny mendorong bangsa Indonesia untuk tetap saling menghormati.

“Mampu menahan diri dan tidak menang-menangan sendiri,” tegasnya. (Fathoni)

Pesan Idul Fitri, Yenny Wahid: Jangan Membenci dan Menang-menangan SendiriYenny Wahid.
Jakarta, NU Online
Lebaran atau Idul Fitri menjadi momen penting untuk memperkuat silaturrahim dengan saling memaafkan satu sama lain. Hal ini diwujudkan sebagian masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam dengan pulang kampung atau mudik.

Direktur Eksekutif Wahid Foundation Yenny Wahid menerangkan, Idul Fitri merupakan momen strategis bagi bangsa Indonesia untuk lebih memperkuat lagi jalinan persatuan dan kesatuan dengan saling memaafkan, juga menumbuhkan sikap saling menghargai.

“Tradisi positif ini hanya ada di Indonesia. Negara lain setelah sholat Idul Fitri langsung pulang ke rumah masing-masing, hanya berkumpul dengan keluarga,” ujar Yenny Wahid, Senin (19/6/2017) lalu saat mengisi Program Newsmaker Ramadhan di Metro TV.

Masyarakat Indonesia memanfaatkan momen Idul Fitri tidak hanya bersilaturrahim dengan sanak keluarga, tetapi juga tetangga dan masyarakat luas. Menjalin kembali silaturrahim yang sempat putus dengan ungkapan rasa gembira dan bahagia.

Putri kedua KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini juga menekankan bahwa Idul Fitri merupakan titik balik bagi umat Islam Indonesia untuk melangkah ke depan. Melihat tantangan bangsa dengan pandangan yang jernih.

“Janganlah selalu bersikap menang-menangan dan saling membenci,” kata Yenny.

Tradisi maaf memaafkan dalam Idul Fitri harus dipahami secara luas untuk bekal kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab itu, Yenny mendorong bangsa Indonesia untuk tetap saling menghormati.

“Mampu menahan diri dan tidak menang-menangan sendiri,” tegasnya

No comments:
Beri komentar